Bismillah,
Tiba tiba kangen kue lumpur, yuuk mari kita bikin dia low carb, no sugar, high fat,
Yang mau coba, ini resepnya yaa, ini fat bomb pisaan 😋
Resep Kue lumpur Surga keju pandan Keto
5 butir telur
170 gr keju cheddar parut
200 ml santan kental
Vanila secukupnya
Pasta pandan 2 tetes
1/2 sdt Baking powder
5 sachet diabetes / 5 tetes stevia cair
Campur semua dan cetak di cetakan kue lumpur
Selamat mencobaa..
#ResepKF
Selasa, Agustus 29, 2017
Kue Lumpur Keto Copas Afifah Azahra
Selasa, Juli 04, 2017
Sosis
Bahan:
600 gr daging sapi/ayam giling100 ml minyak goreng / minyak apa aja yang tidak beraroma150 gr es serut/es batu yang dihancurkan3 sdm tepung tapioka/sagu1 sdt garam1 sdt gula pasir1/2 sdt merica bubuk1/2 sdt ketumbar bubuk1 sdm bawang putih cincang1 butir putih telur
Setelah bahan bahannya, sekarang stepnya (ga lengkap stepnya karena sambil gendong Tita, susah fokus hehehe)
Cara Membuat:
Campur daging ayam/sapi dengan sebagian es serut dan garam, aduk rataMasukkan minyak, aduk rataCampurkan semua bumbu, tepung tapioka/sagu, putih telur, & sisa es parutSetelah adonan tercampur rata, masukkan ke dalam plastik segitiga, tekan tekan, usahakan jangan ada rongga udara.Semprotkan adonan ke dalam casing sosis, sampai adonan habisIkat dengan benang setiap 10 cm atau sesuai selera
serasa bambu china
7. Didihkan air, biarkan sebentar kira-kira 1 menit, masukkan sosis ke dalam air panas
8. Biarkan selama 15-20 menit, angkat
9. Langsung celupkan sosis ke dalam air dingin/air es supaya bentuknya tidak berubah
10. Tiriskan, gunting ikatan. Tunggu sampai dingin, masukkan ke dalam wadah tertutup, simpan di freezer.
Taraaa ini hasil jadinya, sengaja saya buat berbagai ukuran, soalnya kalau untuk Tita, daripada ga habis & lagi lagi emaknya yang ngabisin, jadinya dibuat juga yang kecil
Jumat, Juni 30, 2017
Protokol Fastosis (copas berbagai sumber)
Protokol Fastosis
Puasa dalam kondisi Ketosis (protokol untuk adapatasi terhadap kondisi puasa dengan metode diet ketogenic) * Dapat digunakan untuk pengobatan
FASE INDUKSI (INDUCTION PHASE) – 3 S/D 4 HARISemua makanan bersumber dari HEWANI, terutama bagian yang berlemak dan juga dari lemak nabati (contohnya minyak kelapa, minyak zaitun, santan, dsb).Rasio Makronutrisi yang digunakan adalah 4 : 1 (80% Lemak : 20% Protein + Karbohidrat dari total kalori per hari dengan 30% defisit kalori), “Net Karbohidrat” selalu di bawah 10g per hari.Timbang semua makanan di atas piring (<500g ; perkiraan kasar untuk diet dibawah 1600 kalori) atau 30% defisit kalori dari total kebutuhan kalori per hari.
* Berhenti makan saat sudah terasa kenyang tanpa berusaha mengejar total kalori (makanan yang ditimbang) yang telah diperhitungkan sebelumnya.VCO atau MCT oil 1 sdm dicampur dengan 1/4 – 1/2 sdt Immunator Honey® x 4 – 6 per hari
* Jika merasa mampu berpuasa tanpa menggunakan tambahan kalori, tidak perlu menggunakan VCO atau MCT oil dan sebaiknya melakukan olahraga yang dapat memicu penggunaan lemak cadangan ditubuh lebih maksimal.Puasa hanya minum air dan minuman bebas kalori lainnya, selama 16 jam hingga 18 jam.
* Perpanjang jam puasa tersebut jika belum terasa lapar saat jam puasa yang ditetapkan sebelumnya telah selesai (misalnya menambahkan 1 – 2 jam puasa lagi)Olahraga pagi selama 30 – 45 menit.Periksa gula puasa pada hari ke 3 – 4 (2 jam sebelum berbuka), jika gula puasa dibawah 80mg/dL, maka lanjutkan ke fase konsolidasi. Dan jika belum maka lanjutkan kembali fase induksi selama 3 – 4 hari lagi sebelum pengetesan gula puasa berikutnya.FASE KONSOLIDASI (CONSOLIDATION PHASE) – 6 S/D 7 HARIMakanan dari sumber Hewani yang berlemak dan sumber Nabati yang berupa sayuran yang memiliki unsur daun, batang dan bunga saja (Rasio Hewani : Nabati = 3 : 1 dari total berat makanan).Rasio Makronutrisi yang digunakan adalah 4 : 1 (80% Lemak : 20% Protein + Karbohidrat dari total kalori per hari dengan 20% defisit kalori), “Net Karbohidrat” selalu di bawah 15g per hari.Timbang semua makanan diatas piring (< 600g ; dengan komposisi 400g Hewani & 200g Nabati, perkiraan kasar untuk diet dibawah 1800 kalori) atau 30% defisit kalori dari total kebutuhan kalori per hari.
* Berhenti makan saat sudah terasa kenyang tanpa berusaha mengejar total kalori (makanan yang ditimbang) yang telah diperhitungkan sebelumnya.VCO atau MCT oil 1 sdm dicampur dengan 1/4 – 1/2 sdt Immunator Honey® x 4 – 6 per hari.
* Jika merasa mampu berpuasa tanpa menggunakan tambahan kalori, tidak perlu menggunakan VCO atau MCT oil dan sebaiknya melakukan olahraga yang dapat memicu penggunaan lemak cadangan ditubuh lebih maksimal.Puasa hanya minum air dan minuman bebas kalori lainnya, selama 18 jam hingga 20 jam.
* Perpanjang jam puasa tersebut jika belum terasa lapar saat jam puasa yang ditetapkan sebelumnya telah selesai (misalnya menambahkan 1 – 2 jam puasa lagi).Olahraga pagi selama 30 – 45 menit dan ditambah dengan olahraga fitness selama 4 hari per minggu jika mampu.Periksa gula puasa pada hari ke 6 – 7 (2 jam sebelum berbuka), jika gula puasa masih dibawah 80mg/dL, maka lanjutkan ke fase pemeliharaan. Dan jika ternyata naik diatas 80mg/dL namun masih dibawah 90mg/dL maka lanjutkan kembali fase konsolidasi ini selama 6 – 7 hari lagi sebelum pengetesan gula puasa berikutnya. Namun jika gula puasa naik diatas 90mg/dL maka gunakan kembali fase induksi selama 3 – 4 hari untuk mengembalikan gula puasa kebawah 80mg/dLFASE PEMELIHARAAN (MAINTENANCE PHASE)Senin hingga rabu menggunakan menu fase induksi (sumber Hewani berlemak dan lemak Nabati), Kamis hingga sabtu menggunakan menu fase konsolidasi (sumber Hewani berlemak, lemak Nabati dan sayuran dengan unsur daun, batang, bunga), dan hari minggu menggunakan menu fase induksi ditambah unsur buah ketogenic (buah ketogenic dibawah 100g per hari & dimakan dengan 50g sumber lemak, such as seperti santan, whip cream, cream cheese dsb).Rasio Makronutrisi yang digunakan adalah 3 : 1 (75% Lemak : 25% Protein + Karbohidrat dari total kalori per hari dengan 10% defisit kalori), “Net Karbohidrat” selalu di bawah 20g per hari.Timbang semua makanan diatas piring sesuai dengan anjuran disetiap fase yang ditentukan pada hari tersebut (untuk perhitungan kasar kebutuhan kalori per hari) atau gunakan perhitungan makronutrisi sesuai fasenya. Untuk hari minggu, timbang makanan dengan menu induksi dengan jumlah tidak lebih dari 500g dan tambahkan 100g buah ketogenic dan 50g sumber lemak seperti santan, whip cream, cream cheese sebagai topping buah ketogenic tersebut.
* Berhenti makan saat sudah terasa kenyang tanpa berusaha mengejar total kalori (makanan yang ditimbang) yang telah diperhitungkan sebelumnya.VCO atau MCT oil 1 sdm dicampur dengan 1/4 – 1/2 sdt Immunator Honey® x 4 – 6 per hari.
* Jika merasa mampu berpuasa tanpa menggunakan tambahan kalori, tidak perlu menggunakan VCO atau MCT oil dan sebaiknya melakukan olahraga yang dapat memicu penggunaan lemak cadangan ditubuh lebih maksimal.Puasa hanya minum air dan minuman bebas kalori lainnya, selama 20 jam hingga 23 jam.
* Perpanjang jam puasa tersebut jika belum terasa lapar saat jam puasa yang ditetapkan sebelumnya telah selesai (misalnya menambahkan 1 – 2 jam puasa lagi).Olahraga pagi selama 30 – 45 menit dan ditambah dengan olahraga fitness selama 5 hari per minggu jika mampu.Periksa gula puasa pada hari ke 6 – 7 (2 jam sebelum berbuka), jika gula puasa masih dibawah 80mg/dL, maka tetap lanjutkan fase pemeliharaan. Dan jika ternyata naik diatas 80mg/dL namun masih dibawah 90mg/dL maka kembali mengulang ke fase konsolidasi selama 6 – 7 hari lagi sebelum pengetesan gula puasa berikutnya. Namun jika gula puasa naik diatas 90mg/dL maka gunakan kembali fase induksi selama 3 – 4 hari untuk mengembalikan gula puasa kebawah 80mg/dLCATATAN PENTINGInti dari protokol ini adalah untuk membentuk adapatasi terhadap kondisi puasa dengan menggunakan diet Ketogenic, dimana puasa ini adalah kunci untuk mendapatkan efek pengobatan dan juga estetika (seperti penurunan kadar lemak ditubuh). Tujuan dari protokol ini adalah memperoleh efek kesehatan optimal dan juga mendapatkan keuntungan dari segi estetika sebagai hasil akhirnya.Zona optimal untuk gula puasa pada protokol ini adalah dibawah 80mg/dL (4,4mMol), yang merupakan penanda untuk bisa maju ke fase-fase berikutnya. Zona ini merupakan zona ideal untuk mempertahankan adaptasi terhadap kondisi puasa, dan juga merupakan zona yang dapat memberikan efek pengobatan seperti anti-inflamasi, anti-infeksi, anti-kejang, anti-kanker, anti-diabetes, anti-alergi, dsb dengan mengkombinasikan Immuno-Therapy menggunakan Immunator Honey®.Makanan yang ditimbang di setiap fase (kalkulasi makronutrisi di setiap fase) hanyalah merupakan takaran maksimum perhari saja, dan harus berhenti ketika rasa kenyang telah muncul, yang di picu oleh hormon leptin yang di kontrol otak.Kalkulasi makronutrisi hanyalah perhitungan kasar terhadap kebutuhan kalori perhari, namun tubuh akan memperhitungkan pula jumlah lemak cadangan yang ada sebagai sumber kalori juga. Jadi kalkulasi makronutrisi hanyalah perhitungan untuk mencegah kita dari makan berlebih disaat program berlangsung.Selalu berusaha untuk memperpanjang jam puasa jika belum terasa lapar saat jam makan telah tiba, dan VCO dapat digunakan sebagai sumber energi untuk memperpanjang jam puasa jika merasa dibutuhkan. Olahraga dan aktivitas tinggi di saat jam puasa akan memberikan efek kesegaran dan menunda lapar, sehingga disarankan agar melakukan hal-hal ini disaat jam puasa.Semua sumber hewani harus memilih bagian yang berlemak, agar jumlah protein didalam makanan tidak terlalu tinggi dan sumber nabati yang diizinkan hanyalah sayuran yang memiliki unsur daun, batang dan bunga.Semua sumber protein hewani harus dimakan beserta dengan lemaknya atau dengan tambahan lemak lainnya, agar tidak memicu kenaikan insulin karena tingginya jumlah protein. Nilai persentase Insulinogenic ditiap makanan harus dibawah 20% untuk menjaga kondisi insulin selalu rendah dan memperpanjang efek dari puasa sebelumnya.Perhitungan nilai persentase Insulinogenic dari tiap makanan dapat menggunakan rumus sebagai berikut :
Insulinogenic % = (“Net Karbohidrat” + (0,56 x Protein)) x 4 / Total Kalori
Net Karbohidrat = Total Karbohidrat – Serat (fiber)
Nilai gula sewaktu (diukur 2 – 3 jam setelah makan) dalam protokol ini tidak boleh melebihi dari 95mg/dL (5,3mMol).Jumlah garam disetiap makanan tidak boleh dikurangi, atau bahkan ditambah agar membantu mengikat kadar air ditubuh untuk mencegah dehidrasi. Dan dalam protokol ini diwajibkan untuk minum minimal 2 liter perhari (optimal > 3 liter perhari)Jika muncul gejala-gejala pada masa transisi maupun gejala saat terjadi krisis penyembuhan (Healing Crisis) disarankan untuk segera menggunakan VCO + Immunator Honey® sebagai peredam gejala (1 sdm VCO + 1/4 sdt Immunator Honey setiap jam hingga gejala mereda)Selama jam puasa, semua minuman tanpa kalori dapat di konsumsi, seperti kopi, teh, dsb (kecuali Immunator Honey®). Teh Hijau disarankan untuk selalu dikonsumsi setiap selesai makan pada jam makan yang telah ditetapkan, dan juga dapat dikonsumsi pada jam puasa. Fungsi teh hijau disini untuk menekan respon insulin yang mungkin ditimbulkan oleh tinggi nya protein dalam makanan, ataupun kemungkinan adanya sumber karbohidrat berlebih yang tersembunyi didalam makananDisarankan untuk mengkonsumsi air alkali setiap hari, agar membantu mempertahankan gula puasa agar selalu dibawah 80mg/dL dan juga membantu meningkatkan PH darah. Air alkali dapat dibuat dengan mencampurkan 2 sdt soda kue (Baking Soda) dengan 1 liter air dan dikonsumsi sepanjang hari dengan sumber cairan lainnya. Air alkali ini juga dapat digunakan selama berolahraga, untuk menahan efek laktat yang dihasilkan disaat berolahraga dan juga untuk menambah daya tahan tubuh (endurance) selama berolahraga.Buah Ketogenic adalah buah yang memiliki nilai “Net Karbohidrat” dibawah 10% dari berat buah tersebut, seperti alpukat, zaitun, dan buah-buahan tipe berri (strawberry, blueberry, raspberry, dsb)
Net Karbohidrat = Karbohidrat Total – Serat (fiber).Selama fase induksi, semua kebutuhan vitamin dan mineral dapat diperoleh dari suplemen tambahan yang bebas dari penambahan karbohidrat seperti gula, fruktosa atau pati (tepung). Dan kebutuhan serat (fiber) dapat diperoleh dari puding agar-agar, cincau, rumput laut atau suplemen serat tambahan yang bebas penambahan karbohidrat, seperti inulin (FOS), psyllium husk, dsb.Contoh suplemen yang disarankan didalam protokol adalah Potassium, Magnesium, Calcium, Zinc, Alpha Lipoic Acid, Vit B Complex, Vit C, Vit D, Prebiotic, Probiotic & Supplement sistem immune seperti ekstrak colostrum, habbatus sauda (ekstrak atau minyak), sari kulit manggis, rebusan daun sirsak, dsb.Untuk referensi sumber-sumber makanan ketogenic paling optimal yang memiliki nutrisi tinggi namun sangat rendah “Net Karbohidrat” dapat dilihat dari Posting berikut ini :Di anjurkan untuk selalu tidur sebelum jam 10 malam (optimal jam 9 malam) agar mendapatkan efek positif dari ritme circadian pada manusia yang dapat mempercepat proses penyembuhan, pembakaran lemak, perbaikan sel-sel tubuh, modulasi sistem immune, dan menyeimbangkan kadar hormon ditubuh.Dianjurkan untuk melakukan “Calorie Cycling” setelah mencapai fase pemeliharaan dan mempertahankan gula puasa optimal (< 80mg/dL) selama minimal 1 bulan, dengan cara menaikkan jumlah asupan kalori dari 10% – 20% defisit kalori menjadi 0% – 10% surplus kalori selama 1 minggu tiap bulannya. Hal ini juga dilakukan dengan cara mengurangi jam puasanya ke 16 jam atau 18 jam saja, sehingga jam makan menjadi lebih panjang dan mampu untuk menambahkan jumlah makanan didalam jam makan yang lebih panjang tersebut. Hal ini dilakukan untuk menaikkan metabolisme yang mungkin turun akibat defisit kalori yang berkepanjangan. “Calorie Cycling” ini juga dapat membantu menambah massa otot kering ditubuh yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh secara menyeluruh.Jika ingin menambah massa otot didalam fase pemeliharaan, maka perhitungan kalori dapat menggunakan 0% – 10% surplus kalori dalam total kalori makanan per hari.
Catatan : Kurangi jam puasa menjadi 16 jam.Jika ingin mempercepat pembakaran lemak didalam fase pemeliharaan, maka perhitungan kalori dapat menggunakan 20% – 30% defisit kalori dalam total kalori makanan perhari. Menu fase induksi juga dapat digunakan dengan kombinasi defisit kalori tersebut untuk mempercepat pembakaran lemak tubuhnya.
Catatan : Tambahkan jam puasa menjadi 23 jam.Dianjurkan untuk selalu mengukur kadar lemak ditubuh setiap bulannya (dengan “skin fold calliper atau “bio-impedance scale”), untuk mengatur perhitungan ulang makronutrisi disetiap fase yang sedang dijalankan. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi perubahan kadar lemak yang dapat berkurang drastis dalam durasi 1 bulan didalam protokol ini, yang dapat mempengaruhi jumlah kebutuhan kalori perhari yang telah diperhitungkan sebelumnya
Minggu, Juni 18, 2017
Rolade Ayam Kudus
Rolade Ayam Kukus
ISI :
Ayam giling 500 gram
Daun bawang
Telur 1 butir
Lada
Garam
Gula diabetasol 1 sachet
Bawang putih
Aduk semua bahan, lalu masukkam didalam kulit telur dad
KULIT :
Telur 4 butir
Santan kara
Air
Aduk semua bahan, dadar tipis di teflon
Cara :
Kulit telur dada diisi dengan daging ayam giling yg sdh dibumbu, lalu gulung
Kemudian bungkus dengan daun pisang/ plastik, lalu kukus. Angkat, sajikan..
Note : bisa juga setelah dingin di potong2 serong, lalu di goreng dengan telur
Diet KF
Minggu, Mei 21, 2017
Resep Membuat Bakso Daging Homemade Enak Kenyal
1 kg daging giling segar
5 butir putih telur
8-10 siung bawang putih, goreng, haluskan (kalo lagi malas biasanya saya pakai garlic powder/bawang putih bubuk).
5 sendok makan bawang merah goreng
2 sendok makan garam
1 sendok teh gula pasir
1/2 sendok teh baking powder (boleh di skip) ga pake biasanya juga udah kenyal dari pemakaian putih telurnya.
1 sendok teh merica
100 gram tepung tapioka (gluten free), kalo pake tapioka biasa takarannya 200 gram, (saya pake 100 gram tepung maizena + 50 gram tepung tapioka)
Noted :
Daging dan telur dalam keadaan dingin, karena saya belum pernah memakai es. Kalo mau pakai es silahkan ya, di sesuaikan saja esnya.
Cara Membuat Bakso Daging
Campurkan daging dengan putih telur, uleni pakai tangan / menggunakan blender daging sampai tercampur rata
Masukkan garam, merica, bawang putih, bawang merah goreng, gula pasir. Giling kembali dengan blender daging atau uleni dengan tangan sekitar 15 menit.
Masukkan tapioca & baking powder. Uleni / giling kembali hingga benar-benar halus & lembut
Setelah itu diamkan adonan di dalam kulkas bawah selama 15 menit.
Sambil menuggu adonan di diamkan, siapkan panci berisi air, lalu didihkan air.
Setelah air mendidih, matikan api
Bisa juga pakai api yang kecil agar air jangan sampai mendidih atau bergolak, cukup hanya panas saja
Ambil segenggam adonan bakso, lalu isi bakso sesuai selera, kemudian kepalkan di tangan dan tekan jemari hingga adonan keluar dari sela ibu jari dan telunjuk, kemudian ambil bulatan adonan dengan sendok dan masukkan ke dalam air panas dalam panci.
Lakukan hingga adonan habis. Biarkan bakso sampai mengapung.
Selamat mencoba!
Jumat, April 07, 2017
Ayam kecap palembang
Ayam kecap palembang
Bahan-bahan
- 1/5 kg Ayam
- 2 siung bawang putih (cincang halus)
- Kecap manis
- secukupnya gula pasir
- 2 sdm kacang tanah goreng (tumbuk kasar)
- 1/2 sdm bawang merah goreng
- cabai rawit (sesuai selera)
- tomat
- secukupnya air
- 1 buah tomat
Langkah
- Tumis baput smpai harum menggunakan minyak goreng kemudian masukkan kecap manis tambahkan air sedikit aja aduk2 masukkn kacang tanah yang sudah ditumbuk kasar, garam & gula aduk2 sebentar. angkat tuangkan diatas ayam goreng taburkan bawang goreng & cabai rawit.. berikan jg irisan tomat..Bahan - bahan :
- 1 kg ayam
- 200 gram kacang tanah
- 10 sdm kecap manis
- 1 sdm gula merah
- 3 siung bawang putih
- 5 siung bawang merah
- 5 buah cabai merah
- 7 buah cabai rawit
- 2 buah kemiri
- 1 sdt ketumbar
- 1 sdt merica
- Minyak sayur secukupnya
- Perasan air jeruk nipis secukupnya
- Garam dan gula secukupnya
- Air secukupnya
Cara Membuatnya :- Cuci bersih 1 kg ayam utuh lalu potong menjadi 12 atau 14 bagian sesuai selera, lumuri garam dan air jeruk nipis lalu diamkan kira-kira 30 menit
- Iris kasar 7 buah cabai rawit
- Iris tebal 3 siung bawang putih dan 5 siung bawang merah
- Sangrai 200 gram kacang tanah hingga matang dan berwarna kecoklatan, angkat lalu dinginkan
- Sangrai terpisah irisan bawang putih, bawang merah, 2 buah kemiri dan 1 sdt ketumbar hingga harum dan bawang berwarna kecoklatan
- Giling halus irisan bawang yang sudah disangrai, 2 buah kemiri, 1 sdt ketumbar, 1 sdt merica, 5 buah cabai merah bersama garam secukupnya
- Giling halus 200 gram kacang tanah, sisihkan
- Siapkan minyak sayur di dalam wajan untuk menggoreng ayam, setelah panas goreng ayam hingga matang dan kecoklatan
- Panaskan kira-kira 7 sdm minyak sayur di dalam wajan, lalu tumis bumbu halus hingga harum
- Tambahkan 10 sdm kecap manis, 1 sdm gula merah, irisan cabai rawit, kacang tanah, air secukupnya lalu aduk-aduk hingga bumbu merata
- Masukkan ayam goreng, aduk kembali dan biarkan beberapa saat hingga bumbu meresap
- Angkat dan sajikan
Resep berikut tidak terlalu berkuah ya bunda... tetapi jika bunda suka boleh ditambahkan air sesuai selera pada saat menumis bumbunya. Dan jika tidak suka pedas, penggunaan cabainya boleh dikurangi.
Lele Rica-Rica
4 ekor ikan lele, dikerat-kerat
1/2 sendok makan air jeruk nipis
1 sendok teh garam
750 ml minyak goreng untuk menggoreng
Bumbu:
2 lembar daun salam
1 cm lengkuas, dimemarkan
1 batang serai, diambil putihya, dimemarkan
5 lembar daun jeruk, dibuang tulangnnya
1 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
200 ml air
2 sendok teh minyak untuk menumis
Bumbu Tumbuk Kasar:
8 butir bawang merah
3 siung bawang putih
5 buah cabai merah keriting
4 buah cabai merah besar
2 buah cabai rawit merah
1 buah tomat merah
- Lumuri lele dengan air jeruk nipis dan garam.
- Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang.
- Panaskan minyak. Masukkan bumbu tumbuk kasar, daun salam, lengkuas, serai, dan daun jeruk. Aduk sampai harum. Tambahkan lele. Aduk rata.
- Masukkan garam, merica, dan air. Aduk sampai meresap.

