Kamis, Februari 04, 2016

Tere Liye 12

Ada kalanya sesuatu, seseorang, atau apapun itu tidak bisa tinggal dalam hidup kita--sekuat apapun kita berusaha.

Mungkin sudah saatnya melepaskan.

Dan tersenyumlah, toh jika dia tidak bisa tinggal dalam hidup kita, kita selalu bisa membuatnya menetap abadi dalam hati dan kenangan terbaik.

*Tere Liye

Tere Liye 11

Ada orang-orang yang jatuh cinta, tapi tidak ditakdirkan bersama.
Ada orang-orang yang bersama, tapi tidak jatuh cinta.
Ada pula orang-orang yang jatuh cinta, ditakdirkan bersama.

Hidup ini memang begitu2 saja. 7 milyar manusia di atas bumi; tiap detik, setidaknya ada yang jatuh cinta, pun tiap detik, ada yang berpisah. Jadi, tidak perlu galau, sakit hati, sesak, toh, penulis skenario hidup kita adalah yang maha mengetahui. Dijalani saja, apapun ujungnya. Syukur2 happy ending.

*Tere Liye

Tere Liye 10

Cinta itu bukan soal kebersamaan apalagi memiliki.

Melainkan pada ingatan yang diletakkan di hati kita masing2, pun dalam doa2 yang dipanjatkan dalam senyap.

Itulah kenapa, kalaupun kita tidak memiliki seseorang/sesuatu, tidak bersama dengannya, atau malah dibenci karena salah paham, perbedaan, atau memang simpel karena tidak suka (apapaun alasan tdk suka tersebut), kita tetap selalu bisa menyebutnya dengan kata cinta.

*Tere Liye

Tere Liye 9

Ketika kita bisa mengingat sesuatu dengan detail, tapi tidak terasa menyakitkan lagi; maka itu berarti hati kita telah sembuh.

Sebaliknya, ketika kita tidak bisa lagi mengingat sesuatu dengan detail; tapi entah kenapa tetap terasa sesak menyakitkan; maka itu berarti kita belum berhasil melepaskan dengan tulus.

*Tere Liye

Tere Liye 8

Menunggu seseorang yang ternyata tidak menunggu kita, itu sama saja seperti kita menunggu kereta lewat di halte bus. Tidak akan lewat sampai kapan pun itu kereta.

*Tere Liye

Tere Liye 7

Bukankah sudah sering terjadi, kita bingung memutuskan A atau B, ternyata malah akhirnya C. Bahkan dalam urusan paling simpel, seperti beli buku, sudah direncanakan dari rumah mau beli buku A atau B, setiba di toko, malah yg dibawa pulang buku C.

Begitulah kehidupan. Ada rahasia takdir yg tidak pernah ketahui, mau sekuat apapun kita mengontrol sebuah kejadian. Maka jangan terlalu membebani diri, banyak2lah berdoa, diberikan yg terbaik.

--Tere liye

Tere Liye 6

“Cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kita suka makan bakso, mie rebus, atau nasi goreng.

Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta itu. Kita beri dia porsi lebih penting, kita besarkan, kita pupuk, terus menggumpal membesar, lama-lama malah mengkhianati diri sendiri, membuat susah makan, susah tidur, galau se-semesta.

Coba saja kau cuekin, kita lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan bakso.”

― Tere Liye, novel 'Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah'