Minggu, November 29, 2015

Nasi Minyak

Nasi Minyak Palembang

Nasi minyak Palembang ni la tekenal nian. Kalu dari dulu sampe sekarang setiap ado acara-acara pernikahan biasonyo galak ado nasi minyak ini.
Caro buat nasi minyak yang sebenernyo dibuat di kuali yang sangat besar, biasonyo dari kuningan. Pengaduknya dari kayu, seukuran dayung perahu.
Terus dimasak diatas api dengan bahan bakar kayu bakar.

Kalu untuk masak dirumahan bae nak diikuti nian caro cak itu agak repot jugo ye…

Nah…ABA kasih resep bikin nasi minyak ala rumahan dengan porsi sedikit.

Resep Nasi Minyak Palembang

Bahan I :
• 200 gram daging kambing, dipotong kecil2
• 500 ml air
• 2 lembar daun salam
• 3 butir cengkeh
• 2 cm jahe, memarkan

Bahan II :
• 300 gram beras
• 4 cm kayumanis
• 3 butir cengkeh
• ½ bawang Bombay diiris2
• 1/4 butir pala, memarkan
• 1 buah bunga lawang/pekak
• 2 butir kapulaga india
• 1 batang serai, diambil putihnya, memarkan
• 4 lembar daun jeruk, buang tulangnya
• 1 lembar daun salam
• 1 sendok teh garam
• Penyedap rasa sapi secukupnya
• 1/4 sendok teh merica bubuk
• 300 ml susu FN
• 1 sendok makan minyak samin
• 1 sendok makan minyak untuk menumis
• Nanas 100 gr haluskan
• Tomat 25 gr haluskan

Bumbu Halus:
• 4 butir bawang merah
• 2 siung bawang putih
• 1 sendok teh ketumbar
• 1/2 sendok teh jintan
• 1/4 sendok teh adas
• 3 cm kunyit, dibakar
• 1 cm jahe

Bahan Pelengkap:
• 50 gram kismis
• bawang merah goreng

Cara membuat:
• Rebus bahan I : daging kambing dengan air, daun salam, cengkeh, dan jahe sampai matang. Buang airnya.
• Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, kayumanis, cengkeh, pala, pekak, kapulaga, serai, daun jeruk, dan daun salam sampai harum. Tambahkan daging kambing, irisan bawang Bombay, Aduk rata.
• Masukkan minyak samin, susu, Nanas, Tomat, irisan  sambil diaduk perlahan. Tambahkan garam dan merica bubuk (bila suka tambahkan penyedap rasa sapi secukupnya). Masak sampai mendidih. Tambahkan beras. Masak dengan api kecil sampai meresap dan kering dan keadaan nasi telah setengah matang.
• Nasi yang telah setengah matang tadi di Kukus selama 45 menit diatas api sedang sampai matang, jangan lupa masukkan  kismis.
• Aduk sesekali nasi yang sedang dikukus sehingga matang dan warnanya merata
• Setelah matang taburi nasi dengan bawang merah goreng.
• Sajikan dengan ayam kecap, sambal nanas, pentul ikan  (lihat resepnya di album khas masakan Palembang)
• Untuk 5 porsi

Tips :
1. Bila mau praktis, bumbu halus bisa diganti dengan bumbu nasi minyak yang sudah jadi, ditoko bumbu.
2. Rebus paket bumbu dengan 200ml air sampai harum
3. Saring rebusan bumbu, campurkan kedalam beras yang sudah dicuci bersih dan akan dimasak.

Selamat mencoba….

Sumber Foto : commons  "ABA Catering Palembang"

"Buatlah" Anakmu wahai bunda

Ini tulisan yg sangat bagus. saya tdk bosan2nya membaca : Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama & sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi & disegani banyak orang.
Mereka tau aturan makan table manner di restoran mewah.
Tapi ngga canggung makan di warteg kaki lima.
Mereka sanggup beli barang barang mewah.
Tapi tau mana yang keinginan dan kebutuhan.
Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota.
Tapi santai aja saat harus naik angkot kemana mana.
Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan.
Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan.
Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja.
Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah.
Mereka ngga norak pas ketemu orang kaya.
Tapi juga ngga merendahkan orang yg lebih miskin darinya.
Mereka mampu beli barang barang bergengsi.
Tapi sadar kalo yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas & kapasitas dirinya, bukan dari barang yang dikenakan.
Mereka punya..
Tapi ngga teriak kemana mana.
Kerendahan hati yang membuat orang lain respect dengan dirinya.
Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan & etika tata krama. Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti : Pamit pas pergi dari rumah, permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang ngga punya sopan santun, ngga nyapa orang orang yg ada di rumah itu), balikin pinjeman uang sekecil apapun, berani minta maaf pas ada kesalahan & tau terima kasih kalo dibantu sekecil apapun. Kelihatannya sederhana, tapi orang yang ngga punya attitude itu enekkin buanget.
Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atau cukup.
Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika tata krama & kesederhanaan. Karena ini jauh lebih mahal daripada sekedar uang.
#YS

Sabtu, November 28, 2015

Ayam Goreng Kremes

Resep Ayam Goreng Kremes

Anda penggemar ayam goreng? Nah, resep yang satu ini jangan sampai Anda lewatkan. Ayam goreng kremes akan jadi menu lezat yang bisa disantap dengan sambal favorit Anda. Untuk membuatnya sendiri juga ternyata gampang, lho. Ikuti resepnya di bawah ini.

Bahan-Bahan
600 gram daging ayam
8 butir bawang putih
8 butir bawang merah
5 butir kemiri
2 sdm ketumbar
1/2 sdm garam
300 gram air
10 lembar daun salam
2 sdm tepung beras
2 sdm tepung terigu
1/2 sdt baking powder
minyak goreng

Cara Membuat
1. Ulek bawang merah, bawang putih, ketumbar dan kemiri. Lalu masukkan daging ayam dalam panci, masukkan bumbu yang sudah diulek.

2. Tambahkan garam, air, dan daun salam ke dalam panci.

3. Rebus daging ayam dengan api sedang selama 20 menit. Saring kaldu ayam, sisihkan.

4. Masukkan tepung beras dan tepung terigu dalam kaldu ayam. Diamkan sekitar 15 menit. Tambahkan baking powder, aduk rata adonan tepung. Panaskan minyak di wajan, goreng adonan tepung dengan menuangkannya menggunakan sedikit demi sedikit.

5. Goreng daging ayam hingga matang kecokelatan, sajikan dengan kremes yang sudah dibuat.

Ayam goreng kremes ini paling pas dinikmati saat masih hangat. Selamat memasak, Ladies!

Rabu, November 25, 2015

Surat Cinta Tentang Shalat copas dari FB

"Surat Cinta Tentang Shalat"
---------------------------------------------

🌻 Bila engkau anggap shalat itu hanya sebagai penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.

🌻 Bila engkau anggap shalat hanya sebagai sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya.

🌱 Anggaplah shalat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.

🌱 Anggaplah shalat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah SWT.

🌱 Anggaplah shalat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah SWT.

🌱 Anggaplah shalat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.

👉 Bayangkan ketika "adzan berkumandang," tangan Allah melambai kepadamu untuk mengajak kau lebih dekat denganNya.

👉 Bayangkan ketika kau "takbir," Allah melihatmu, Allah tersenyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.

👉 Bayangkanlah ketika "rukuk," Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau merasakan damai dalam sentuhan-Nya.

👉 Bayangkan ketika "sujud," Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu: "Aku mencintaimu wahai hambaKu."

👉 Bayangkan ketika kau "duduk di antara dua sujud," Allah berdiri gagah di depanmu, lalu mengatakan: "Aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu."

👉 Bayangkan ketika kau memberi "salam," Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu.

👍 Subhanallah sungguh nikmat shalat yang kita lakukan. Tidak akan sia-sia yang menyebarkannya, tidak akan rugi orang yang membacanya.

👍 Beruntunglah  orang-orang yg melaksanakannya dgn benar.

Senin, November 23, 2015

Menurunkan BB dengan handuk

SocialTrending - Banyak orang ingin memiliki berat badan ideal, terutama kaum wanita. Namun sayang, sebagian besar mereka tidak punya waktu yang cukup untuk lari pagi atau kurangnya kemauan untuk tetap konsisten dengan diet yang mereka jalani. Sebagai jalan pintas, banyak dari mereka yang akhirnya memilih cara instant dengan cara mengonsumsi obat-obatan penurun berat badan yang belum tentu aman bagi kesehatan.

Adakah cara lain untuk menurunkan berat badan tanpa harus lari pagi menguras energi? Tanpa harus melakukan diet ketat yang menyiksa? atau tanpa harus meminum berbagai ramuan yang rasanya tidak karuan?

Dr Fukucudzi, seorang dokter Jepang telah menemukan metode yang layak anda coba. Ia menemukan metode tersebut setelah membantu orang berjuang dengan berat badan mereka selama lebih dari satu dekade. Dengan metode yang sangat sederhana ini berat badan anda secara berangsur akan berkurang.

Bagaimana caranya, dan peralatan apa yang dibutuhkan?
Yang anda butuhkan hanya sebuah handuk ukuran besar, seutas tali, lantai yang rata, dan meluangkan waktu 5 menit perhari.

Caranya:
Gulung handuk dan kemudian ikat dengan tali agar gulungannya tidak terbuka (semakin besar gulungan semakin baik)
Simpan gulungan handuk di lantai atau tempat lain yang rata horizontal.
Berbaringlah dengan posisi telentang. Posisikan tubuh Anda sehingga handuk berada di punggung bagian bawah tepat di bawah pusar.
Renggankan kedua kaki selebar bahu. Jempol kaki saling menyentuh dan lebar antara kedua tumit berjarak kira-kira 25-30cm.
Posisi tangan lurus ke arah bagian atas kepala dengan bagian jempol di bagian bawah dan direnggankan, sementara kedua kelingking ditempelkan.

Hal ini ditunjukkan pada gambar persis bagaimana kaki dan tangan harus diposisikan.
Lakukan teknik di atas selama 5-10 menit sehari secara rutin. Pantau terus berat badan anda dengan menggunakan timbangan tiap 5 hari sekali dan anda akan melihat hasilnya.

Perhatian! Hati-hati, karena selama latihan tulang dan sendi yang sedikit tegang. Kegigihan dan ketekunan akan memastikan keberhasilan dengan metode ini. Perut sedikit mengencang dan beberapa titik sendi tertentu menegang yang memicu pembakaran lemak di beberapa bagian tubuh secara perlahan.

Mungkin awalnya Anda merasa tidak nyaman melakukannya terutama pada bagian kaki, namun secara bertahap anda akan terbiasa. Silakan bagikan metode ini ke teman-teman Anda yang memiliki berat badan lebih.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat...

Minggu, November 22, 2015

Ustadz Arifin Ilham

Pemimpin Majelis Az Zikra Ustadz Arifin Ilham mengatakan, keadaan yang menimpa umat Islam saat ini persis apa yang telah disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam 15 abad yang lalu. Sambil menangis, beliau menuliskan apa yang dirasakannya tersebut.

Berikut ini tulisan lengkap Ustadz Arifin Ilham melalui fan page FB-nya:

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuhu.
Allahu akbar. Kini kita hidup di era penuh tantangan, godaan, fitnah, kezaliman, maksiat sampai masa bodoh. Kaum kuffar yang terus memperangi bahkan setiap hari kita dapat menyaksikan saudara kita dibunuh karena mereka Muslim, demikian kaum musyrikiin, didukung oleh kaum faasiqiin dan munafiqiin yang boleh jadi mereka beragama Islam tetapi anti Syariat Allah, phobia Islam, mendukung bahkan bekerja sama hingga sampai membuka jalan kekufuran dan kemusyrikan berkuasa. Sementara yang mengaku muslim sendiri banyak yang terlena dunia, maksiyat dan berbuat zholim pada saudaranya, plus dengan muslim yang asyik dengan dirinya, hobinya, masa bodoh, cuek, seakan-akan tidak ada terjadi apa apa. Kadang pada keluarga sendiri yang jauh dari Islam, belum lagi perpecahan umat Islam yang semakin memperparah keadaan umat mulia ini.

SubhanAllah keadaan ini persis yang telah Rasulullah sampaikan 15 abad silam, dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu maula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berkata, “Hampir terjadi keadaan yang mana umat-umat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang rakus yang makan mengerumuni makanannya”. Salah seorang sahabat berkata, “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?”. Nabi berkata: “Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pasti Allah akan cabut rasa segan yang ada di dalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn”. Kata para sahabat, “Wahai Rasulullah, apa Wahn itu?
Beliau bersabda, “Cinta dunia dan takut mati”
(HR Abu Daud no. 4297, Ahmad 5/278).

Lantas bagaimana sikap kita, shabatku?!
Semakin takutlah kepada Allah
Tetapkan diri dalam istiqamah
Bangunlah sholat malam, selalu berjamaah di masjid,
Hidupkan hati selalu berzikir, selalu jaga wudhu,
Hidupkan sunnah Rasulullah
Jaga, bimbing, selamatkan keluarga
Bergabunglah dengan para sahabat shalih
Dengar nasehat dan berguru pada ulama istiqamah
Hadirilah majlis ilmu dan zikir
Maksimalkan perhatian, pikiran, harta dan doa terhadap keadaan umat terutama saudara-saudara kita yang ditindas
Sederhanalah, jangan banyak tertawa, jaga perasaan.
“How can we sleep on the blood of syuhada Palestina, Afghan, Irak, Syuria, Africa…”
Tetaplah bangga dengan Islam
Teruslah berdakwah
Sungguh sikap ini memang berat kadang dianggap asing, aneh, kampungan, sok alim, ekstrem bahkan dituduh teroris.
Rasulullah bersabda, “Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana munculnya. Karena itu, beruntunglah orang-orang yang ‘asing’” (HR Muslim). “Akan datang kepada manusia masa (ketika) orang yang bersabar menjalankan agamanya di antara mereka seperti memegang bara api” (HR. Tirmidzi).

Allahumma ya Allah.. selamat kami, keluarga kami, negeri kami, seluruh umat Rasulullah yang sangat kami cintai… aamiin.

Abang menangis menulis ini, kita berduka dengan tragedi Paris tetapi hati ini luka bersedih menyaksikan pembantaian Palestina, Afghan, Syuria, Irak, Afrika Tengah Dan Rohigya. Abang sayang kalian karena Allah, jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam untuk sholat malam…

Kamis, November 19, 2015

Makna Hadist "Ketika budak wanita melahirkan tuannua"

Salah satu tanda kiamat pernah disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Malaikat Jibril yang datang dalam wujud laki-laki tampan.
أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا

“Jika budak wanita telah melahirkan tuannya” (HR. Muslim)
Demikian sabda Rasulullah menjawab pertanyaan apa tanda-tanda kiamat. Ada tanda lain yang disebutkan setelah kalimat ini, namun fokus kita kali ini pada kalimat ini. Apa makna “budak wanita melahirkan tuannya”?
Imam Nawawi menjelaskan bahwa maksud budak wanita melahirkan tuannya adalah jika seorang laki-laki memiliki budak wanita, lalu berhubungan dengannya dan budak itu melahirkan anak. Anak tersebut kemudian berstatus sebagai tuannya. Pendapat Imam Nawawi ini mewakili pendapat mayoritas ulama.
Makna kedua, orang kaya menjual budak yang telah melahirkan anak darinya. Selang bertahun-tahun setelahnya, sang anak yang telah tumbuh dewasa membeli budak tersebut. Hingga jadilah wanita yang sebenarnya adalah ibunya itu menjadi budaknya.
Makna ketiga, sebagian ulama menjelaskan bahwa “budak wanita melahirkan tuannya” adalah kalimat kiasan. Maknanya, ketika orang-orang sudah tak lagi berbakti kepada ibunya. Tidak menghormati ibunya. Tidak memuliakan ibunya. Yang terjadi justru sebaliknya, anak menyuruh-nyuruh ibunya. Anak memperlakukan ibunya seperti pembantu, seperti budak. Diperintah dan disuruh-suruh. Diperintah melakukan pekerjaan domestik kerumahtanggaan, disuruh mengerjakan pekerjaan dapur dan sumur; disuruh mencuci, menyetrika, membersihkan rumah, memasak, dan sejumlah aktifitas yang tak pantas diberikan kepada sang ibu.
Makna pertama dan kedua, dulu pernah terjadi meskipun intensitasnya tidak bisa dipastikan apakah hanya beberapa kasus atau sering terjadi. Namun makna ketiga ini, sungguh saat ini telah terjadi dalam intensitas besar. Tidak sedikit terjadi ibu diperlakukan seperti pembantu oleh anaknya sendiri. Sebagiannya mungkin terjadi di masyarakat kita. Sebagiannya muncul ke permukaan melalui berita, sebagiannya lagi tidak diberitakan media tetapi dijumpai di masyarakat dan menjadi perbincangan. Sebagian lagi, mungkin ada ibu-ibu yang hanya meneteskan air mata menahan derita saat dirinya diperlakukan seperti pembantu oleh anaknya sendiri. Padahal sejatinya, ibu adalah orang yang paling berhak atas anak-anaknya. Bukan hanya berhak dimuliakan, dihormati dan ditaati, bahkan kebaikannya tak bisa ditebus meski seluruh dunia dipersembahkan anak kepadanya. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]